Selasa, 20 Mei 2025

How to use Virtual BMC for Virtual Machine

 Halo Guys, Ridwan heres..
Come again with new notes update!

Sebagai SysAdmin pasti sudah biasa mendengar Baseboard Management Controller (BMC).
BMC ini biasanya ada di server-server modern dari beberapa brand terkenal seperti :

  • Dell       = iDRAC (integrated Dell Remote Access Controller)
  • HPE       = iLO (Integrated Lights-Out)
  • Cisco     = Cisco IMC (Cisco Integrated Management Controller)
  • Lenovo = XClarity Controller (XCC)
  • Fujitsu  = iRMC (Remote Management Controller)

Untuk details nya kalian bisa kunjungi official document dari masing brand di atas!

Secara fungsi biasanya saya menggunakan service BMC untuk melakukan remote seperti:

  • Power Control
  • Remote Console Akses
  • Troubleshooting/Monitoring Hardware (Temp, Fan Speed, Voltage, etc)
  • BIOS/UEFI configuration
  • lainnya..


Tapi..
Jika server nya berbentuk Virtual Machine, apakah ada Virtual BMC nya ?

Bagaimana kalau kita mau RnD sesuatu yang membutuhkan service BMC, Seperti openstack, MaaS atau lainnya yang membutuhkan Power Driver untuk remote turn on/off.

Ternyata ada "vBMC"
https://github.com/openstack/virtualbmc

Penasaran cara install nya ?

1. Installation

Dsini saya menggunakan OS Fedora/Redhat dengan Qemu/KVM pada host.

Gunakan command berikut untuk melakukan install packages yang dibutuhkan.

$ yum install -y virt-manager qemu-kvm qemu-img libvirt libvirt-client virt-install bridge-utils ipmitool OpenIPMI

VirtualBMC installation

$ sudo yum install -y python python-virtualbmc


Pastikan vmbc terinstall & berjalan dengan baik seperti gambar berikut :

Gunakan command berikut :

$ sudo is-active vbmc.service && vbmc --version

 

2. Config Virtual BMC untuk Qemu/KVM

Pada tulisan ini saya sudah memiliki Virtual Machine pada Qemu.


Gunakan command "vbmc add" untuk menambahkan vBMC pada suatu VM di atas.

$ sudo vbmc add {VM-Name} --port {port-usage} --username {USER} --password {Passwd} --libvirt-uri qemu+ssh://root@localhost/system

  • Name = Nama sesuai tampilan pada Qemu
  • Port =  Yang akan digunakan vBMC untuk VM tersebut.
  • Username = Create user yang digunakan untuk akses vBMC VM tersebut
  • Password = Create passwd yang digunakan untuk akses vBMC VM tersebut
  • Libvirt-uri = Alamat Host Qemu/KVM

Gunakan command "vbmc list" untuk melihat list VM yang sudah berhasil ditambahkan feature vBMC

$ sudo vbmc list
Jika semua VM sudah ditambahkan vBMC, 
Lakukan start service vBMC dengan command berikut :
$ sudo vbmc start {VM-Name}

Pastikan semua status menjadi running, pada output "vbmc list"


03. Testing turn on/off with IPMI Tool.

Pada testing ini kita dapat menggunakan command ipmi untuk melakukan power management pada server yang sudah terinstall vBMC.

Contohnya seperti melihat power status :

$ sudo ipmitool -I lanplus -U {USER} -P {Passwd} -H {IP-Host-vBMC} -p {Port} power status

 ** user, passwrd = gunakan sesuai dengan input pada "vbmc add" sebelumnya.

Terlihat state pada VM is off, sesuai dengan output pada qemu.

 

Gunakan command berikut untuk, melakukan Turn ON pada VM secara remote :

$ sudo ipmitool -I lanplus -U {USER} -P {Passwd} -H {IP-Host-vBMC} -p {Port} power on

 

Ok, Jika vBMC sudah terinstall dan berhasil testing menggunakan IPMI tools,
mungkin selanjutnya kita coba dengan services ironic dari openstack, atau Maas.

Sekian untuk tulisan kali ini, semoga bermanfaat~



Best Regards
Rdw

Share: