Kamis, 10 September 2026

Supercharge Linux Terminal dengan Goose: Agentic AI & Integrasi Model LightspeedAI

Halo guys, Ridwan di sini.
Datang lagi dengan update catatan terbaru!

Bagi kita yang sering berkutat di dunia engineering, maupun operasional server, kehadiran Generative AI seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini tentu sudah tidak asing lagi. Biasanya, kalau ketemu pesan error atau konfigurasi rumit, alurnya adalah: buka browser, salin error ke chatbot, tunggu respons, salin perintah yang disarankan, lalu balik ke terminal untuk dieksekusi secara manual. Kalau masih error, kita bolak-balik lagi menyalin log-nya. Cukup menyita waktu, bukan?

Nah, sekarang paradigma AI mulai bergeser ke arah Agentic AI atau AI Agent.
Di catatan kali ini, saya mau mengulas salah satu open-source tool AI agent lokal yang sedang naik daun dan sangat powerful untuk terminal, yaitu Goose (goose-docs.ai).


Apa itu AI Agent?

Biar mudah dipahami, mari kita bedakan antara Chatbot Konvensional dengan AI Agent:

  • Chatbot biasa (Passive): Bertindak seperti konsultan yang hanya memberi saran. Dia cuma tahu teks yang kita berikan, menuliskan perkiraan perintah shell, tapi tidak tahu kondisi riil server kita jika tidak kita tempelkan log-nya.
  • AI Agent (Active & Autonomous): Bertindak layaknya asisten atau rekan oprek yang duduk di sebelah kita dan memegang keyboard. Dia memiliki kapabilitas untuk:
  1. Membaca kondisi sistem: Membuka file, membaca konfigurasi, dan melihat log secara mandiri. 
  2. Mengeksekusi perintah: Menjalankan command Linux langsung di lingkungan shell kita. 
  3. Evaluasi mandiri (bisa Looping): Membaca hasil output atau error, lalu menentukan langkah perbaikan berikutnya sampai instruksi kita benar-benar tuntas.

Sederhananya: Jika chatbot memberi tahu "Coba ketik perintah ini",  AI agent akan berkata "Biar saya periksa dan jalankan perbaikannya untuk Anda".


Apa itu Goose ?

Goose adalah AI agent open-source yang dirancang untuk bekerja langsung di terminal lokal. Beberapa hal menarik yang bisa dilakukan dengan Goose:

  • Full CLI & Terminal Native: Berjalan langsung di shell kesayangan kalian (Bash/Zsh).
  • Mendukung MCP & Built-in Extensions: Bisa dipasangi tools tambahan, termasuk Developer Tools bawaan untuk akses penuh ke eksekusi bash/terminal.
  • Agnostik terhadap LLM Provider: Bebas memilih otak AI-nya, mulai dari Google Gemini, OpenAI, Anthropic Claude, model lokal via Ollama, hingga RHEL Lightspeed AI (support airgap  via Satellite).
  • Contextual Session: Memiliki memori percakapan per sesi, jadi kalian bisa memerintahkan tugas bertahap secara runut tanpa perlu mengulang konteks dari awal.



01. Instalasi Goose

Goose bisa diinstal pada distribusi Linux umum (non-RHEL), macOS, Windows, maupun secara native pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL).

A. Instalasi di Ubuntu, Debian, macOS, Windows

Untuk Linux umum dan macOS, kalian cukup menggunakan one-line script resmi berikut:

  • Bagi pengguna macOS dengan Homebrew:

$ curl -fsSL https://github.com/block/goose/releases/download/stable/download_cli.sh | bash

  • Atau pengguna Windows via Winget:
> winglet install Block.Goose


B. Instalasi di Red Hat Enterprise Linux (RHEL 10)

Menariknya, di ekosistem Red Hat, Goose sudah masuk sebagai paket enterprise yang didukung resmi melalui extensions repo. Paket ini mencakup goose-redhat, goose-proxy, dan modul SELinux yang sudah disesuaikan.

Aktifkan repo ekstensi dan instal paketnya:

$ sudo subscription-manager repos --enable=rhel-10-for-$(arch)-extensions-rpms
$ sudo dnf install -y goose-redhat

Pada proses instalasi, paket utama goose, goose-proxy, dan goose-proxy-selinux akan terpasang secara otomatis beserta dependensinya.



02. Mengaktifkan Extension (Developer Tools)

Agar Goose tidak cuma sekadar menjawab pertanyaan dan diizinkan mengeksekusi perintah shell lokal, kita wajib mengaktifkan extension Developer Tools. Jalankan perintah interaktif konfigurasi berikut :

$ goose configure

Ikuti langkah interaktifnya:

  1. Pilih: Add Extension
  2. Pilih: Built-in Extension
  3. Pilih: Developer Tools
  4. Masukkan timeout eksekusi (contoh: 100 detik)

Setelah selesai, file konfigurasi akan otomatis tersimpan rapi di ~/.config/goose/config.yaml.


03. Konfigurasi Provider & Model AI

Kalian bebas menentukan model LLM yang ingin digunakan sebagai otak dari Goose.

A. Menggunakan Google Gemini

Bagi kalian yang ingin menggunakan API Google Gemini:

  1. Jalankan goose configure.
  2. Pilih opsi Configure Providers.
  3. Pilih provider: Google Gemini.
  4. Masukkan GOOGLE_API_KEY kalian.
  5. Pilih model yang ingin digunakan, misalnya gemini-3-flash-preview atau gemini-2.5-flash.


B. Menggunakan Red Hat Lightspeed AI (RHEL Command Line Assistant)

Kabar baik bagi pengguna ekosistem Red Hat: Goose pada RHEL dapat langsung diintegrasikan dengan model provider dari Lightspeed AI (RHEL command line assistant / rhel_cla).

  1. Jalankan goose configure.
  2. Pilih Configure Providers → RHEL command line assistant. (tampa perlu input API, pastikan service CLAD sudah terinsta)
  3. Pilih model: RHEL-command-line-assistant.


Setelah tersimpan, mari kita uji langsung dengan perintah sederhana:

$ goose run -t "What is the current OS version and kernel release?"

Goose akan memulai sesi kerja (provider: rhel_cla), membaca lingkungan OS, lalu menampilkan hasilnya di layar terminal.
Reff : https://www.redhat.com/en/blog/supercharge-rhel-troubleshooting-agentic-ai-introducing-goose



04. Use Case Praktis Goose 

Kira-kira apa saja skenario nyata di mana Goose bisa sangat membantu?

  • Investigasi Masalah & Log Analysis: Saat ada service yang failed atau crash, cukup perintahkan: "Cek log error pada Nginx dalam 15 menit terakhir dan analisa penyebabnya".

  • Audit & Tuning Konfigurasi: Menganalisa parameter kernel di /etc/sysctl.conf atau memeriksa resource leak pada proses tertentu.

  • Otomasi Setup & Patching: Menugaskan Goose untuk memeriksa paket yang outdated, melakukan dependensi check, hingga konfigurasi firewalld rules baru secara interaktif.



05. Bonus: Goose Telegram Gateway (Kirim Perintah via Chat!)

Nah, ini bagian yang paling seru! Bagaimana kalau kita sedang di jalan, jauh dari laptop, tiba-tiba ada kendala di server?

Dengan membuat bot gateway Telegram sederhana yang meneruskan chat ke sesi Goose lokal di server, kita bisa mengelola server cukup dari aplikasi Telegram di smartphone.

Bisa dilihat dari alur interaksi di atas:

  1. Kita mengirim pesan di Telegram: "Tolong cek jam pada server, apakah sudah menggunakan GMT+7 ?"
  2. Goose di server langsung menjalankan perintah timedatectl, membaca output-nya, dan melaporkan bahwa server masih menggunakan zona UTC (+0000).
  3. Bot tidak hanya menginfokan status, tetapi juga langsung mengubah zona waktu server ke Asia/Jakarta (WIB) dan memberikan tautan dokumentasi resmi Red Hat sebagai referensi.
  4. Kita cukup memverifikasi kembali dengan mengetik: "Tolong tampilkan 'timedatectl' kembali".

Pendekatan ini benar-benar akan membawa kemudahan baru dalam remote & maintenance tanpa harus selalu membuka koneksi SSH terminal.


06. Penutup

Kehadiran Agentic AI seperti Goose membuktikan bahwa peran AI di dunia infrastruktur bukan lagi sekadar auto-complete sintaks atau pencari contekan perintah. Dengan integrasi langsung ke sistem operasi, AI Agent mampu menjadi tangan kanan yang mengeksekusi tugas-tugas repetitif dan troubleshooting secara cepat dan presisi.

Dengan menghemat waktu pada hal-hal teknis harian seperti penelusuran log panjang atau konfigurasi berulang, kita bisa lebih fokus pada hal-hal strategis seperti arsitektur, skalabilitas, dan keamanan sistem.

Bagi teman-teman yang penasaran, saya sangat menyarankan untuk mencoba Goose di lingkungan homelab atau development kalian.

Bagaimana menurut kalian? Apakah tertarik mencoba AI Agent langsung di terminal, atau malah tertarik menghubungkannya ke bot Telegram seperti di atas? Jangan sungkan untuk berbagi pandangan atau berdiskusi di kolom komentar di bawah ya!

Sampai jumpa di catatan RDW-Notes selanjutnya.

Tetap semangat dan salam oprek! ☕

Share: